Gelery Photo

Jumat, 16 April 2010

Profil Al-Habib Hasan Bin Muhammad Al-Hadad

Habib Hasan bin Muhammad Al-Haddad lahir di di Ulu, Palembang, Sumatera selatan, pada tahun 1291 H / 1870 M. Semasa kecil beliau mengaji kepada kakek dan ayahnya di Palembang. Saat remaja, beliau mengembara selama babarapa tahun ke Hadramaut, Yaman, untuk belajar agama, sekaligus menelusuri jejak leluhurnya, Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, Shohib Ratib Haddad, yang hingga kini masih dibaca sebagian besar kaum muslimin Indonesia. Beliau menetap beberapa tahun lamanya, setelah itu kembali ke tempat kelahirannya, di Ulu, Palembang. Ketika petani Banten, dibantu para Ulama, memberontak kepada kompeni Belanda (tahun 1880), banyak ulama melarikan diri ke Palembang; dan disana mereka mendapat perlindungan dari Habib Hasan. Tentu saja pemerintah kolonial tidak senang. Dan sejak itu, beliau selalu diincar oleh mata-mata Belanda.

Pada tahun 1899, ketika usianya 29 tahun, beliau berkunjung ke Jawa, ditemani saudaranya, Habib Ali Al-Haddad, dan tiga orang pembantunya, untuk berziarah ke makam Habib Husein Al Aydrus di Luar Batang, Jakarta Utara, Sunan Gunung Jati di Cirebon dan Sunan Ampel di Surabaya. Dalam perjalanan menggunakan perahu layar itu, beliau banyak menghadapi gangguan dan rintangan. Mata-mata kompeni Belanda selalu saja mengincarnya. Sebelum sampai di Batavia, perahunya di bombardier oleh Belanda. Tapi Alhamdulillah, seluruh rombongan hingga dapat melanjutkan perjalanan sampai di Batavia.


Dalam perjalanan yang memakan waktu kurang lebih dua bulan itu, mereka sempat singgah di beberapa tempat. Hingga pada sebuah perjalanan, perahu mereka dihantam badai. Perahu terguncang, semua perbekalan tumpah ke laut. Untunglah masih tersisa sebagian peralatan dapur, antara lain periuk, dan beberapa liter beras. Untuk menanak nasi, mereka menggunakan beberapa potong kayu kapal sebagai bahan bakar. Beberapa hari kemudian, mereka kembali dihantam badai. Kali ini lebih besar. Perahu pecah, bahkan tenggelam, hingga tiga orang pengikutnya meninggal dunia. Dengan susah payah kedua Habib itu menyelamatkan diri dengan mengapung menggunakan beberapa batang kayu sisa perahu. Karena tidak makan selama 10 hari, akhirnya Habib Hasan jatuh sakit, dan selang beberapa lama kemudian beliaupun wafat.

Sementara Habib Ali Al-Haddad masih lemah, duduk di perahu bersama jenazah Habib Hasan, perahu terdorong oleh ombak-ombak kecil dan ikan lumba-lumba, sehingga terdampar di pantai utara Batavia. Para nelayan yang menemukannya segera menolong dan memakamkan jenazah Habib Hasan. Kayu dayung yang sudah patah digunakan sebagai nisan dibagian kepala; sementara di bagian kaki ditancapkan nisan dari sebatang kayu sebesar kaki anak-anak. Sementara periuk nasinya ditaruh disisi makam. Sebagai pertanda, di atas makamnya ditanam bunga tanjung. Masyarakat disekitar daerah itu melihat kuburan yang ada periuknya itu di malam hari selalu bercahaya. Lama-kelamaan masyarakat menamakan daerah tersebut Tanjung periuk. Sesuai yang mereka lihat di makam Habib Hasan, yaitu bunga tanjung dan periuk.

Konon, periuk tersebut lama-lama bergeser dan akhirnya sampai ke laut. Banyak orang yang bercerita bahwa, tiga atau empat tahun sekali, periuk tersebut di laut dengan ukuran kurang lebih sebesar rumah. Diantara orang yang menyaksikan kejadian itu adalah anggota TNI Angkatan Laut, sersan mayor Ismail. Tatkala bertugas di tengah malam, ia melihat langsung periuk tersebut. Karena kejadian itulah, banyak orang menyebut daerah itu : Tanjung Periuk.

Sebenarnya tempat makam yang sekarang adalah makam pindahan dari makam asli. Awalnya ketika Belanda akan menggusur makam Habib Hasan, mereka tidak mampu, karena kuli-kuli yang diperintahkan untuk menggali menghilang secara misterius. Setiap malam mereka melihat orang berjubah putih yang sedang berdzikir dengan kemilau cahaya nan gemilang selalu duduk dekat nisan periuk itu. Akhirnya adik Habib Hasan, yaitu Habib Zein bin Muhammad Al-Haddad, dipanggil dari Palembang khusus untuk memimpin doa agar jasad Habib Hasan mudah dipindahkan. Berkat izin Allah swt, jenazah Habib Hasan yang masih utuh, kain kafannya juga utuh tanpa ada kerusakan sedikitpun, dipindahkan ke makam sekarang di kawasan Dobo, tidak jauh dari seksi satu sekarang.

Salah satu karomah Habib Hasan adalah suatu saat pernah orang mengancam Habib Hasan dengan singa, beliau lalu membalasnya dengan mengirim katak. Katak ini dengan cerdik lalu menaiki kepala singa dan mengencingi matanya. Singa kelabakan dan akhirnya lari terbirit-birit.

Maqom Mbah  Priok

( Al - Kisah No. 07 / Tahun III / 28 Maret - 10 April 2005 & No. 08 / Tahun IV / 10-23 April 2006 )

Sabtu, 27 Maret 2010

SELAYANG PANDANG YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM DARUL HIKMAH CIMONE



Pendahuluan

Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikmah Cimone (YPID) sebagai salah satu lembaga di wilayah Kecamatan Karawaci Kota Tangerang Provinsi Banten yang mempunyai nilai historis yang besar, tidak bisa dipisahkan dengan Pendirinya yaitu K.H.Tubagus Achmad Chodri Djamhari inilah pada Tanggal 15 Maret 1985.M Kyai Haji Tubagus Achmad Chodri Djamhari membangun yayasan yang kemudian lebih dikenal dengan Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikmah Cimone (YPID) telah banyak memberikan konstribusi dan sumbangan kepada masyarakat luas baik dalam bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat.
Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikmah Cimone (YPID) yang saat ini mengembangkan beberapa unit pendidikan formal dan non-formal, yaitu: Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah(MTs). Keberadaan unit-unit pendidikan di tengah-tengah kehidupan masyarakat memberikan arti tersendiri, yaitu sebagai manifestasi nilai-nilai pengabdian dan perhatian kepada masyarakat sekitarnya. Dan dalam bentuk informal Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikmah Cimone (YPID) mengadakan Pondok Pesantren bagi putra dan putri, Majelis Ta'lim, Panti Asuhan bagi anak-anak yatim piatu dan pendidikan Prasekolah yaitu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) "Asparagus" , perekonomian (koperasi dan kantin). Kepercayaan dan perhatian masyarakat luas terhadap keberadaan Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikmah Cimone (YPID) adalah dasar kemajuan dan perkembangan di masa depan, dengan tetap mengembangkan visi dan misi pendidikan yang mandiri serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Visi dan Misi

Visi

"MENJADI LEMBAGA PENDIDIKAN RUJUKAN DALAM PEMBINAAN GENERASI"


Misi :

  1. Membentuk generasi yang memiliki aqidah yang kuat, berkarakter, cerdas dan kreatif, santun dan berbudi luhur, sehat, kuat, berpengetahuan dan trampil melalui proses pendidikan terpadu, seimbang dan berkelanjutan
  2. Menyelenggarakan pendidikan prasekolah yang mampu memberikan stimulasi efektif bagi perkembangan aspek mental-kognitif, moral, fisik, dan sosial peserta didik agar dapat mencapai perkembangan secara optimal
  3. Menyelenggarakan pendidikan dasar islam yang mampu membentuk karakter peserta didik sehingga memiliki pengetahuan, sikap dan prilaku sesuai dengan tuntutan asas-asas pendidikan anak dalam Islam.
  4. Menyelenggarakan pendidikan menengah islam yang mampu memberikan bekalan pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang mengantarkan peserta didik untuk menjadi kader-kader da'wah dan siap memasuki gerbang pendidikan selanjutnya
  5. Menyelenggarakan kegiatan da'wah dan pendidikan diniyah islamiyah melalui kegiatan yang efektif dan maslahah
Sejarah Singkat Darul Hikmah Cimone
Yayasan Darul Hikmah Cimone didirikan oleh Kyai Haji Tubagus Achmad Chodri Djamhari pada tahun 1980 M. Beliau di lahirkan di Kota Serang Banten hingga masa-masa remajanya dan menikah dengan Hj Arifah lalu dikaruniai tiga orang putra putri yaitu: Hj Ratu Siti Cholillah, Zainuddin (Alm) dan Hj Ratu Rodiyah,Kemudian beliau juga sempat menimba ilmu pendidikan dari mulai Sekolah Rakyat (SR) sampai sekolah menengah, pendidikan non-formalpun pernah dijalaninya yaitu menjadi santri pada pondok pesantren sampai beliau diangkat menjadi seorang pegawai pemerintahan. Kemudian bermula dari di tugaskannya KH. Tubagus Achmad Chodri Djamhari sebagai pegawai di lingkungan pemerintahan Kabupaten Tangerang Jawa Barat, beliau adalah seorang mualim yang selalu mengajarkan mengaji bagi siapa saja yang mau belajar tentang agama islam, kemudian KH. Tubagus Achmad Chodri Djamhari mendirikan majelis-majelis ta'lim di mulai dari kp. Sewan Kec. Neglasari kemudian bepindah ke Kp. Tanah Tinggi Batu Ceper Tangerang hingga menetap di Kp. Cimone Kecamatan Tangerang (Sekarang Karawaci) juga mendirikan Majelis Ta'lim untuk Qori dan Qoriah itulah pengabdiannya kepada masyarakat. Selama tinggal di Tangerang Beliau aktif pada Majelis Ulama Indonesia serta forum-forum masyarakat di Kabupaten Tangerang dan juga seringkali di minta untuk menjadi Dewan Hakim dalam Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) di tingkat Kelurahan sampai dengan tingkat Nasional.

Dalam perjalanan sejarahnya Yayasan Darul Hikmah Cimone telah mengalami 3 kali periode kepemimpinan. Secara singkat, periodisasi kepemimpinan Yayasan Darul Hikmah Cimone sebagai berikut:

Periode I : KH. Tubagus Achmad Chodri Djamhari :1980–1985
Periode II : KH. Zawawi MR.S.Ag : 1985 – 2005
Periode III
: KH. Syafiuddin Sy : 2005 – Sekarang


Hingga saat ini Yayasan Darul Hikmah masih terus mempersembahkan hidmatnya kepada umat dan bangsa ini dan alhamdulillah terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.

Melalui pendidikan formal Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah Darul Hikmah bertujuan membentuk manusia yang berakhlakul karimah dengan dilandasi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta iman dan taqwa (IMTAQ).

Yayasan pendidikan Islam Darul Hikmah sejak didirikan sampai saat ini sudah meluluskan alumninya lebih dari 3000 orang dan telah banyak mengabdi pada masyarakat maupun pemerintah.

Target Lulusan Lembaga Pendidikan Darul Hikmah

A. Bidang Akhlak dan Kepribadian

1. Mampu melakukan ibadah dengan baik

2. Memiliki akhlak terpuji

3. Mampu bersosialisasi dengan baik

4. Memiliki tanggung jawab dan kemandirian

B. Bidang Akademik

1. Memiliki nilai akademik yang memuaskan

2. Memiliki hapalan Al-Qur’an

3. Mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar

Program Khusus

Yayasan Darul Hikmah memiliki Program Khusus untuk menggali kemampuan siswa, antara lain:

1. Mampu Berpidato dalam Tiga Bahasa

2. Mahir dalam menggunakan IT

3. Mampu membaca kitab

Tenaga Pendidik

Tenaga pendidik dan kependidikan di Yayasan Darul Hikmah adalah para lulusan S1,S2 di perguruan tinggi negeri dan swasta (UIN, UPI, UNJ, UHAMKA,UNTIRTA, UMJ,UMT Tangerang, UNIS Tangerang dan pondok pesantren).

Fasilitas

Fasilitas yang dimilki oleh yayasan Darul Hikmah antara lain:

1. Gedung sekolah

2. Asrama

3. Labolatorium TIK

4. Labolatorium Audio Visual

5. Lapangan Olah Raga

6. Kantin

Prestasi

Prestasi yang telah diraih oleh lembaga, antara lain:

1. Juara Pidato Tingkat Kecamatan

2. Juara Membaca puisi Tingkat Provinsi

3. Juara Cerdas Cermat Tingkat Provinsi

4. Juara MTQ Tingkat Kota

5. Juara Kaligrafi Tingkat Kecamatan

6. Juara Syarhil Qur’an Tingkat Kota

7. Juara Seni Marawis Tingkat Kota

8. dan masih ada prestasi lainnya

Minggu, 21 Februari 2010

DARUL HIKMAH Hotspot

# Akses internet gratis dapat dinikmati oleh keluarga besar MTs. Darul Hikmah baik murid, guru maupun karyawan. Melalui PC yang tersebar di beberapa tempat seperti labkom, perpustakaan, kelas, ruang Guru, dan ruang Tata Usaha, pengguna dapat melakukan akses internet sesuai dengan tempat dan waktu yang telah ditentukan bagi masing-masing.

# Selain melalui media kabel, setiap pengguna juga dapat melakukan akses internet dengan mobile computer-nya di lokasi Hotspot Area yang berada di sekitar Lingungan Dalam kampus yang sejuk dan nyaman